Minggu, 09 Juli 2017

Sassy Script #2 : Place

Hai!

Kembali lagi dengan #SassyScript :))

sumber gambar: pinterest


Sebenarnya bukan tipe orang yang senang berganti-ganti suasana tempat.  Kalau sudah pewe dengan suatu tempat, ya di situ situ aja. Pernah sih berganti tempat, tapi begitu bangkunya beda, mejanya beda, rasanya nggak nyaman aja. Jadi daripada menghabiskan waktu untuk beradaptasi dengan tempat baru, biasanya balik ke situ-situ lagi.

1. Perpus Pusat UGM
Baru rajin ke perpus pusat saat mengerjakan skripsi saja. Dulu waktu zaman mengerjakan tugas, lebih nyaman di perpus FIB. Ternyata setelah beberapa kali ke sana, nagih bets!

Tempat favorit : kubikel kaca pribadi di lantai 4 alias aquarium. Aquarium ini masyaAllah, perjuangan kalau mau dapet di sana. Harus berangkat super pagi! Perpustakaan biasanya buka pukul 07.30, datang pukul 08.00, meh, nggak usah berharap banyak dapat aquarium. paling-paling dapat emper-emper wkwk. Dengan pintu kaca yang kedap hawa-hawa dan influence  aura dari luar, serasa milik sendiri deh bilik itu. Meskipun nggak kedap suara ya, karena atasnya tetap terbuka. Lantai 4 juga jadi favorit banyak orang karena terkenal ACnya yang super dingin, dan ruangan bebas bising (seharusnya). Tapi teteup ya, namanya ruang belajar mandiri, ada aja yang diskusi sambil gosip sana sini wkwk. Itulah mengapa saya enggan mampir ke emper-emper yang mejanya suka dipakai berjamaah itu.

Tempat favorit kedua: lantai 1 ruang WOW dan ruang referensi. Karena desktopnya yang oke, mejanya yang ergonomis, kursinya yang empuk dibandingkan kursi kayu aquarium. Suka ngerjain di desktop terus simpan di Gdrive, internetnya juga cenderung stabil, nggak mati-mati dibandingkan pakai laptop sendiri. Matanya juga nggak pegel nunduk terus :)) Di ruang WOW cepet banget larisnya karena hanya ada beberapa dekstop. Namun di WOW suasananya lebih enak, ruangannya terang alami, biasanya nggak dinyalain lampunya. Meski sering juga nemuin yang nonton yutup gapake headset :(, dan ada kemungkinan juga sih orang bergerombol ngobrol di situ heuheu. Sementara di ruang referensi lebih banyak desktop daaan... jendela di depannya super gede dengan pemandangan halaman belakang rektorat. Favorit saya adalah meja paling depaaaaan (nggak ada dosen soalnya). Super terang benderang, sampai kadang saya minta izin mematikan lampu sama petugas kalau siang-siang terik (dan kalau nggak malas).

Tempat favorit ketiga: gazebo di tengah taman. Kalau minggu perpus buka dari pukul 8-12. Bukan kerajinan ya, minggu-minggu ke perpus. Kebetulan dari dulu juga nggak suka duduk mengerjakan sesuatu di depan meja kamar kos, nggak ergonomis soalnya, nggak pewe gara-gara  salah custom kursi. Di kos cuma bisa baca :(  Walhasil memang lebih sering mengerjakan apa-apa di kampus/luar. Nah, ini salah satu workspace idaman lah, di tengah kebun dan sepi. Kalau pagi nggak terik-terik amat, suka-suka-suka.

Tempat favorit ketiga: ruang apa ya lupa namanya di lantai 3 pojok utara, tempatnya dingin juga, mejanya ergonomis, kursinya empuk, tapi kurang jendela :3


2. Kopi Negri
Juga bukan tipe orang rajin mengelana dari cafe satu ke yang lain (baca: anak keqinian). Paling-paling pas arisan atau ketemu siapa lah di mana. Tapi kalau ke sini, nggak tahu kenapa balik dan balik lagi. Tempatnya pewe pisan, kopi dan makannya enak + affrodable (beneran semua makanannya enak-enak, sesederhana tahu bakso/tempe on fire sekalipun), deket dari kos juga, homy banget  jadi mau pakai celana tidur rombeng pun cao aja. Ada area merokok dan tidak. Kalo apes kebagian di tempat yang merokok, tempatnya pun seperti longkang yang ada tanaman-tanamannya jadi ngga terlalu menggangu. Kalau udah terlalu gengges yawes pergi aja :) Tapi satu hal yang sangat saya senangi dari tempat ini, meja kursinya yang ergonomis dan pewe buat mengerjakan tugas. Tidak semua sih, soalnya modelnya macem-macem gitu kursinya, suananya memang agak nyeleneh tapi homy  begitu. Suara musik di dalam, karena ruangannya cukup kecil jadi sering terlalu keras, dan terkadang suara grinder kopi nggak kalah nyaringnya. Bawa headset untuk ketenangan maksimal :)


Cuma dua tempat itu saja sih, favorit saya mengerjakan skripsi. FIB? Bisa jadi karena sudah terlalu nyaman, atau karena belakangan ini banyak nyamuk :( + wifi tidak terlalu kenceng :) + di perpus minim colokan + terlalu ramai. Rasanya ketemu orang yang dikenal pengen mampir ngobrol dsb dsb jadi  distraksi juga.


Sampai ketemu di sassyscript selanjutnya!

Senin, 12 Juni 2017

Sassy Script #1 : Time


paint source: pinterest

Yay!
Akhirnya setelah mengendap superlama di draft, bisa posting serial Sassy Script ini!

Dulu, aku nggak terlalu percaya dengan 'waktu yang tepat untuk menulis'. Hal yang lebih penting, adalah ide. Kapan dapat inspirasi, ya saat itulah harusnya dituangkan, atau setidaknya dicatat. Justru saat punya jadwal reguler menulis, malah buntu. 

Namun, rupanya seiring mengerjakan tulisan panjang ini, aku menyadari bahwa yang kutulis bukanlah fiksi, bukan sesuatu yang inspirasinya datang sendiri tiba-tiba (padahal nggak tiba-tiba juga sih, inspirasi yang datang biasanya ada triggernya). Aku berpijak pada teori dan data, kurang lebih aku sudah menentukan kerangkanya, tinggal mengisi saja.  Aku nggak perlu pusing dengan dialog catchy  dan sebagainya. Satu hal yang saat itu kutahu harus kulalukan, aku harus mengerjakan dengan rutin. Nggak ada nunggu-nungguan inspirasi. Kini sadar, waktu adalah salah satu variabel penting dalam proses menulis.  

Minggu, 11 Juni 2017

Alhamdulillah Ceplok Telor

Alhamdulilllaaaaaah... Rabu, 31 Mei 2017 lalu merupakah hari yang bersejarah *tsah

Duh perasaannya campur aduk (engga ding campur aduknya udah kemarin). 
Seumur-umur nggak ngerasain deg-deg an kaya mau ujian dihadapan 3 penguji ini. Pas dulu masuk ruang operasi untuk pertama kali, perasaan nggak terlalu takut soalnya yakin nanti dibius wkwk. Bukan hanya soal ruangan yang kecil dan perasaan terintimidasi lainnya, 

tapi-tapi-tapi 

Jumat, 26 Mei 2017

Ramadan Kareem!

Alhamdulillah kita masih dipertemukan dengan Ramadan!

Ramadan tahun ini kemungkinan akan lebih banyak dihabiskan di rumah. InsyaAllah juga akan menjadi bulan transisi antara mahasiswa dan bukan mahasiswa lagi :') . Alhamdulillah banyak tugas yang selesai di bulan ini. Kalau dilihat dari satu sisi, weh aku udah mau nganggur aja nih. Namun, kalau dilihat dari sisi lain, bisa jadi ini adalah waktu yang tepat untuk fokus beribadah, fokus memikirkan langkah selanjutnya. Suasananya tepat aja gitu, adem adem mindful.

Hari pertama Ramadan?
Walking out for a while from Instagram.